KISAH 6 Saudara

Sepucuk Kata Untuk Sahabat

14 Januari 2004…

Saat fajar menyerpih dan bintang-bintang menghilang,kita sambut mentari dengan senyuman.Rapatkan pelukan,hangatkan tubuh dengan dekapan tangan.Bergenggam satukan arah tujuan.

Sahabat senyumu kala itu kalahkan sinar rembulan kala purnama.Manis dan indah ku rasa.Lalu kita langkahkan kaki dengan janji yang telah terpatri.

Lalu kita bergulir dan satu-persatu tinggalkan jalan kita.Namun,kita masih sempat ukir cerita yang mengundang tawa.Air mata tak jadi guna dalam kehidupan kita.

Banyak kerikil kematian dan batu kedudukan telah kita lewati bersama.Kita masih mampu mengucap “KITA ADALAH SATU” .Wahai sahabat ingatkah kalian akan hal itu?

14 Januari 2005

Banyak waktu yang telah mencuri tawa kita.Hilang…entah kemanaaku tak tahu dan kita tak tahu,dengan jurang yang mulai menganga.Jalan kita mulai berlubang,bahkan kita mulain lupa akan bintang-bintang bahkan dengan serpihan fajar.Aku,kau dan kita mencari sesuatu yang kita tak mengerti.Jalan yang rapatkan pada langkah dan tapak,kini mulai lenyap.Masih satukah kita wahai sahabat?Kemana harus kucari jawab?sedangkan kita terlalu jauh.

Mungkinkah kalian masih hafal pelngi,bintang dan planet-planet (venus,yupiter,pluto,merkurius dan cahaya purpple?)? Namun,masih ingatkah kalian dengan adanya perasaan dalam kalbu? Masihkah kalian menapak pada jalan yang telah kita sentuh? Masihkah kalian berpegang pada janji kita yang hampir runtuh??

MUNAFIK…………………

Tinggalkan Balasan